Mengincar Pelancong Nusantara untuk Merangsang Pariwisata

Bagian pariwisata dapat dinyatakan jadi salah satunya sektor bisnis yang dibidik pemerintah untuk dibangkitkan selekasnya. Tindakan itu memanglah bukan tanpa ada fakta, bagian pariwisata pada tahun 2019 sudah memberi realisasi devisa sampai Rp 280 triliun.Devisa dari pariwisata pada tahun 2019 serta naik Rp 10 triliun dari tahun awalnya di 2018. Bagian pariwisata nasional menghisap seputar 13 juta pekerjaan. Bagian wisata memberi PDB Indonesia sebesar 5,5 %.

Sebetulnya pelancong yang sangat prospek buat Indonesia ialah wisman China. Pada tahun 2019 BPS menulis lawatan wisman China capai 20,7 juta lawatan.Tetapi perjalanan yang dilaksanakan oleh pelancong dalam negeri tidak kalah memberikan keuntungan buat negara. Berdasar angka tahun 2018, BPS menulis perjalanan pelancong dalam negeri capai 303,4 juta kali. Semasa itu pelancong dalam negeri tertera keluarkan pengeluaran Rp 291,02 triliun.

Mengetahui kekuatan pelancong dalam negeri, Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta beberapa aktor industri di bidang pariwisata Indonesia untuk semakin dulu konsentrasi mengerjakan pelancong domestik. “Saya anggap kita perlu konsentrasi lebih dulu untuk pariwisata domestik, pelancong domestik,” kata Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas (Ratas) Tatanan Normal Baru di Bagian Pariwisata yang Produktif serta Aman Covid-19 lewat pertemuan virtual dari Istana Merdeka Jakarta.

Presiden Jokowi minta supaya selekasnya dilaksanakan identifikasi beberapa daerah atau tujuan wisata dengan pergerakan penebaran Covid-19 yang relatif rendah. Presiden ingin ada data tujuan dengan R0 di bawah satu atau Rt di bawah angka 1.”Hingga benar-benar dengan cara setahap kita dapat buka bagian pariwisata tetapi satu kali lagi dengan pengaturan prosedur yang ketat,” kata Presiden Jokowi.Kepala Negara dengan cara spesial memerintah Menteri Pariwisata serta Ekonomi Kreatif untuk mempersiapkan program promo pariwisata dalam negeri yang aman dari Covid-19.

Di lain sisi Presiden Jokowi mengutamakan keutamaan kampanye promo produk lokal dengan pertunjukan pariwisata yang aman. “Tetapi satu kali lagi, tolong ini lapangannya diiringi dengan ketat sebelum kita buka, hingga pelancong baik domestik atau luar bisa berekreasi dengan aman serta warga dapat produktif, intinya buat aktor-pelaku pariwisata,” kata Presiden Jokowi.Pembukaan bagian pariwisata ini akan dilaksanakan dengan cara setahap. Dia memperingatkan penting supaya pembukaan bagian pariwisata ini tidak dilaksanakan terburu-buru. Tetapi lewat tahapan-tahapan yang digerakkan serta dipantau secara baik.

“Tentang saatnya kapan, ini benar-benar tolong tak perlu terburu-buru, tetapi beberapa tahapan tadi saya berikan dilewati serta dikendalikan secara baik,” tutup Jokowi.

Pembukaan industri pariwisata tetap mempunyai efek yang lumayan besar. Sebab bila diketemukan ada masalah di luar negeri maka berefek jelek pada citra pariwisata.

“Sebab ini efeknya besar. Demikian ada imported kasus, selanjutnya ada efek kesehatan, karena itu citra pariwisata yang jelek bisa menempel serta akan mempersulit kita untuk melakukan perbaikan lagi,” kata Jokowi.

Karenanya, dia mengutamakan supaya prosedur kesehatan benar-benar harus diaplikasikan jadi rutinitas baru di bidang pariwisata. Presiden juga minta supaya dilaksanakan pemantauan yang ketat dan publikasi yang masif, serta simulasi hingga bisa berjalan dengan baik di atas lapangan.

“Oleh karenanya, benar-benar harus dihitung, dikalkulasi benar, lapangannya harus dimanajemen, pemantauannya benar-benar dikerjakan,” lebih ia.

Menteri Pariwisata serta Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan faksinya sedang mempersiapkan Standard Operasi Mekanisme (SOP) baru di bagian pariwisata dalam hadapi tatanan normal baru serta akan disimulasikan sebelum diaplikasikan. Sekarang ini faksinya sedang mempersiapkan beberapa jenis tingkatan bagian pariwisata untuk normal baru.

“Tingkatan ini harus dilewati oleh tujuan wisata itu, ketentuannya Covid-19 telah lebih baik dengan beberapa jenis patokan yang disediakan hingga nanti tingkatan ini dilaksanakan,” kata Menparekraf.

Dia menjelaskan SOP di bidang pariwisata akan disediakan contohnya di hotel, restoran, serta tujuan wisata, termasuk juga beberapa jenis sarana simpatisan. Sebelum diaplikasikan, lanjut ia, akan dilaksanakan simulasi pada SOP itu.

“Sesudah simulasi, kita lakukan publikasi pada SOP itu, lalu sesudah publikasi kita masuki waktu eksperimen,” kata Menparekraf.

Tetapi, untuk step awal dia mengutamakan untuk mengutamakan beberapa daerah atau tujuan wisata yang telah betul-betul siap. “Pasti kita utamakan beberapa daerah yang siap, sebab persiapan wilayah ialah yang perlu serta telah pengaturan dengan kepala wilayah yang siap beberapa saat ke depan untuk tingkatan ini,” kata Menparekraf.

Nikmati Kekhasan Wisata Anggaran Pulau Tidung

Pulau Tidung, satu diantara umumnya pulau di Kepulauan Seribu mempunyai daya tarik tertentu buat pencinta wisata bahari. Pulau Tidung terbagi dalam dua pulau, Pulau Tidung Kecil serta Pulau Tidung Besar.Penghuni Pulau Tidung pertama-tama ada di Pulau Tidung Kecil, tetapi sesudah menambahnya masyarakat beberapa geser ke Pulau Tidung Besar. Pulau Tidung Kecil serta Pulau Tidung Besar dikaitkan oleh jembatan merah bernama Jembatan Cinta.Warga Pulau tidung cukup unik beberapa penduduknya lakukan mobilitas dengan memakai sepeda. Bahkan juga di Pulau Tidung ada parkir spesial buat pengendara sepeda.Tidak hanya sepeda, warga memakai becak jadi alat transportasi. Tidak padatnya kendaraan memiliki bahan bakar bensin, membuat Pulau Tidung mempunyai kualitas udara yang baik.

Bila Anda ingin liburan serta nikmati situasi pantai, pulau Tidung dapat jadi satu diantara pilihan Anda. Cuma perlu satu jam dari Pantai Marina Ancol Jakarta ke arah Pulau Tidung dengan memakai speed boat.Pengelola wisata memberi sarana persewaan sepeda dengan rata-rata haraga Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu /hari. Untuk berkeliling-keliling pulau dengan memakai becak, anda cuma dipakai ongkos Rp 100 ribu.

“Jika ingin keliling-keliling pulau Tidung Rp 100 ribu. Sama saja bule atau orang sini,” kata Benny seseorang pengemudi Bentor di Pulau Tidung, Rabu, 9 Mei 2018.

Untuk home stay, cukup dapat dijangkau yaitu sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 600 ribu. Sayangnya untuk ongkos makan di Pulau Tidung masih cukup mahal. Ini sebab bahan suplai bahan makan mentah harus dipasok dari Jakarta. “Jika makan cukup mahal di sini, sebab pasokannya dibawa dari Jakarta gunakan kapal,” kata seseorang pengelola home stay.Sekarang sendiri Pulau Tidung mulai lakukan pergantian untuk menarik jumlahnya pelancong, baik luar negeri atau wisatawan lokal. Banyak hal yang diperbaiki ialah permasalahan pemrosesan sampah plastik. Sekarang, pemrosesan sampah mulai di pusatkan untuk melakukan perbaikan ekosistem yang ada.Bentuk ini kelihatan dari jumlahnya papan himbauan yang tuliskan larangan buang sampah. Tetapi proses pemrosesan sampah ini tidak segampang mengubah telapak tangan, perlu tenaga dan waktu dalam melakukan perbaikan hal itu.

Wisata Pulau Tidung ini banyak di nikmati oleh banyak pelancong lokal saat weekend. Menurut seseorang pengelola penginapan, pada saat hari libur lonjakan pelancong sampai 70 %. “Tingkat tempat tinggal home stay di pulau tidung, untuk week end seputar 70% serta untuk week day 10 %,” katanya.Walau dalam tempo dekat Pemerintah merencanakan datangkan investor untuk mengurus Pulau tidung jadi tempat wisata, Abdul Rahman meyakini jika itu tidak mengganggu mata penelusuran pribumi yang mengurus home stay.

“Bila ada investor yang ingin masuk ke pulau seribu sebailnya ditempatkan ke pulau wisata. Ini tidak mengganggu home stay di pulau pemukiman, sebab pangsa pasarnya berlainan,” katanya.

Palau seribu terbagi dalam 110 pulau. 11 pulau pemukiman, 45 pulau utk resort/wisata, 4 pulau heritage serta 1 pulau untuk base camp pengeboran minyak, pulau zone pokok TNL Kepulauan Seribu serta pulau dengan lokasi hijau.Dari 45 pulau wisata, pernah terjaga 10 resort, tetapi yang saat ini masih berjalan cuma 5 resort saja. Mulai tahun 2010 beberapa pengembang pribumi meningkatkan pulau pemukiman (pulau tidung, pulau pramuka, keinginan, pari, kelapa, untung jawa, yang sekarang banyak didatangi wisatawan lokal.

Cerita Pulau Tidung serta Kearifan Sang Raja

Pulau Tidung punyai banyak narasi. Tujuan wisata yang terdapat di Kepulauan Seribu ini awalannya cuma pulau biasa tanpa ada nama. Sampai pada tahun 1894, riwayat dari pulau ini juga diawali. Satu hari pulau ini kehadiran satu kapal pemerintah Hindia-Belanda dengan tawanannya.

Dari atas kapal seseorang lelaki tua serta dua anak muda turun dibawah todongan senjata pengawal. Seperti kutipan di film, ketiganya diminta naik ke sekoci serta dikawal oleh dua orang serdadu yang sekaligus juga mendayungnya mengarah bibir pantai lalu turunkan ke-3 orang tawanannya.

Tawanan yang terbuang itu yakni Aji Muhammad Sapu, alias Kaca, dikukuhkan jadi Raja Tanah Tidung tahun 1853 dengan gelar Panembahan Raja Pandita. Sedang dua orang yang lain ialah beberapa cucunya yakni Sayid Abdurrachman serta Sayid Abubakar.

Saat itu, Belanda memaksakan Raja Pandita melepas kekuasaannya, menyerahkan Tanah Tidung ke Kesultanan Bulungan, serta mengaku Hindia-Belanda jadi yang dipertuan. Raja Pandita menampik. Rakyat Tidung siap-siap lakukan perlawanan, tetapi Raja Pandita menahan sebab tidak mau jatuh korban.

Selanjutnya Belanda tangkap Raja Pandita dan dua cucunya serta membawanya ke Batavia. Sesudah dua tahun di ibu kota Hindia-Belanda, pemerintah kolonial buang ketiganya ke pulau tidak diketahui di Kepulauan Seribu. Jadi lambang perlawanan paling akhir, Raja Pandita memberikan nama tempat pembuangannya jadi Pulau Tidung.

Raja Pandita selanjutnya mempopulerkan Pulau Tidung dari mulut ke mulut pada tiap nelayan yang berkunjung atau pendatang baru, hingga kemudian masyarakat di Kepulauan Seribu akrab dengan nama Pulau Tidung.

Raja Pandita juga wafat tahun 1894 pada umur 81 tahun. Sedang dua orang cucunya terus tinggal di pulau itu sekalian menjaga makam sang raja. Selanjutnya ke-2 cucunya menikah dengan wanita dari pulau lain serta beranak-pinak.

Sesudah kepergian sang raja, keberadaannya di pengasingan nyatanya dicari-cari oleh rakyatnya. Sesudah sekian tahun berlalu, persisnya pada Juni 2011, satu team dari Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur, datang di Pulau Tidung untuk cari makam seseorang raja.

Mereka mempelajari semua kuburan terlantar di Pulau Tidung, ambil sampel DNA, serta mengetesnya. Sesudah lakukan penelusuran ke semua pelosok Indonesia, Instansi Tradisi Besar Tidung Kalimantan Timur menginformasikan jika makam Raja Pandita sudah diketemukan di Pulau Tidung.